
Yongki Aribowo membuka peluang masuk timnas senior.
Jajaran pelatih timnas senior masih berusaha memoles barisan depan yang belum memperlihatkan ketajamannya selama pelatnas tahap kedua digulirkan sejak 16 Agustus lalu.
Dari latihan game yang sudah dilakukan, mandulnya barisan depan timnas senior masih terlihat. Kondisi ini membuat jajaran pelatih pimpinan Alfred Riedl harus bekerja keras mengeliminir kekurangan tersebut.
Dengan dicoretnya Boaz Solossa dari pelatnas kali ini, maka lini depan tinggal menyisakan empat striker, yakni Bambang Pamungkas, M Isnaeni, Yongki Aribowo, dan Jaya Teguh Angga.
Kendati belum memperlihatkan performa meyakinkan, jajaran pelatih timnas senior merasa optimistis kekurangan itu akan bisa teratasi. Para pemain masih memerlukan waktu untuk beradaptasi. Apalagi banyak pemain yang sudah tidak bertanding dalam jangka waktu lama.
Dari keempat pemain itu, jajaran pelatih melihat Yongki lebih baik dibandingkan ketiga striker lainnya. Dalam sesi latihan, Yongki memperlihatkan kecepatan dan duel di udara cukup baik.
“Di sisi penyerang, kemampuan mencetak gol masih belum terlalu bagus. Seorang striker harus mempunyai tembakan maupun sundulan yang bagus. Mereka juga harus cepat dan tepat menempatkan posisi. Kami melihat Yongki saat ini lebih baik dibanding tiga striker lainnya,” ujar asisten pelatih Wolfgang Pikal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar