BeritaSepakBola. Spanyol yang terseok-seok di babak penyisihan, namun masih mampu lolos ke babak 16 besar dengan status juara grup sehingga mereka terhindar dari Brasil di perdelapan final.
Namun, di babak perdelapan final mereka sudah ditunggu oleh lawan yang ketangguhannya hampir sama dengan Brasil, yakni Portugal.
Lihat saja cara Portugal menahan imbang Brasil di laga terakhir fase grup G. Dengan bermain bertahan, pelatih Carlos Queiroz sanggup mengimbangi taktik milik Carlos Dunga. Dan Spanyol pantas khawatir karena Dunga memasang skema 4-2-3-1, serupa dengan milik Vicente del Bosque.
“Portugal jelas mengkhawatirkan, mereka adalah lawan berat. Kita telah melihat bagaimana mereka mengontrol permainan saat menghadapi Brasil dan berbahaya lewat serangan balik,” ujar Del Bosque.
Selain fakta tersebut, tetangga mereka di Semenanjung Iberia ini juga sedang dalam kondisi terbaiknya. Portugal berstatus tak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir. Torehan ini menyamai rekor milik Luiz Felipe Scolari yang membesut tim ini pada 2002-2005.
Portugal jelas bersemangat memecahkan rekor tersebut, selain tentu demi lolos ke perempat final. Namun, Queiroz mencoba meredam euforia itu. “Statistik tidak berarti banyak. Angka itu mungkin membangun kepercayaan diri. Tapi, kami tak bisa hanya dengan modal reputasi. Kami harus tetap rendah hati karena fase knock out telah dimulai. Kesalahan sekecil apapun bisa membuat anda pulang lebih cepat,” ucap mantan pelatih Real madrid itu.
Melihat pemain yang dimiliki kedua tim, Spanyol memiliki peluang lolos yang lebih besar. La Furia Roja punya David Villa yang sedang on fire, dan mendapat dukungan penuh dari Xavi Hernandez dan Andreas Iniesta.
David Villa kini telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2010 dan menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnya. Kejeniusan Villa bisa menjadi pembeda, lihat saja aksi individunya saat melewati tiga pemain belakang Cile sebelum mencetak gol kontra Cile.
Namun kini lawan mereka adalah Portugal yang mempunyai pertahanan yang lebih kokoh dibanding Cile. Portugal belum pernah kebobolan satu gol pun di sepanjang Piala Dunia 2010 ini. Ditambah lagi, mereka mampu bermain imbang 0-0 saat melawan Brasil.
Demi melaju keperempat final, Queiroz tidak akan ragu mengulang taktik serupa saat menghadapi Spanyol. Namun, bekas asisten Sir Alex Ferguson ini harus memikirkan bagaimana cara mencetak gol dengan sistem ini.
Rekor pertemuan mereka lebih didominasi Spanyol, dari 9 laga terakhir Spanyol mampu memetik 3 kali kemenangan dan 5 hasil seri. Berikut hasil pertemuan kedua tim:
* 20 Juni 2004 Spanyol 0-1 Portugal
* 6 September 2003 Portugal 0-3 Spanyol
* 13 Februari 2002 Spanyol 1-1 Portugal
* 19 Januari 1994 Spanyol 2-2 Portugal
* 15 Januari 1994 Portugal 0-0 Spanyol
* 16 Januari 1991 Spanyol 1-1 Portugal
* 17 Juni 1984 Portugal 1-1 Spanyol
* 18 Maret 1934 Portugal 1-2 Spanyol
* 11 Maret 1934 Spanyol 9-0 Portugal
Prediksi bolagoalnet: Spanyol walau dengan susah payah akan mengalahkan Portugal dengan skor 3-2 . Saksikan pertandingan perdelapan final antara Spanyol vs Portugal LIVE di RCTI pada tanggal 30 Juni 2010, pukul 01.30 WIB.
Prediksi Line-up:
Spanyol: 1-Casilas, 11-Capdevila, 5-Puyol, 3-Pique, 15-Ramos, 14-Alonso, 16-Busquets, 7-Villa, 8-Xavi, 16-Iniesta, 9-Torres.
Portugal: 1-Eduardo, 21-Costa, 6-Carvalho, 2-Alves, 5-Duda, 23-Coentrao, 16-Meireles, 15-Pepe, 19-Tiago, 10-Danny, 7-Ronaldo.
SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA
Selasa, 29 Juni 2010
Bias Gender dalam Pendidikan Islam
Bias Gender dalam Pendidikan Islam
Interpretrasi Terhadap Buku Ajar Agama Islam
Halaman sebelumnyaJika ditelusuri keberlangsungan keterpurukkan perempuan salah satunya dilatarbelakangi oleh “kekurangarifan” dalam menafsirkan dalil-dalil agama Islam yang kemudian seringkali dijadikan dasar utuk menolak kesetaraan jender. Kitab-kitab tafsir dijadikan referensi untuk melegitimasi paradigma patriarki, yang memberikan hak-hak istimewa kepada laki-laki dan cenderung memojokkan perempuan dengan pendefinisian yang negatif. Pendefinisian sosok perempuan yang negatif ini kemudian diwariskan secara turun temurun yang pada akhirnya mengendap dalam alam bawah sadar perempuan yang menimbulkan ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam hubungannya sebagai hamba tuhan. Dengan kata lain pemahaman akan posisi perempuan yang bias gender sudah dengan sendirinya tertradisikan di masyarakat yang dibakukan oleh konstruksi budaya dan doktrin keagamaan serta ditopang oleh nilai-nilai kultural dan ideologis.
Menurut Mohammad Yasir Alimi, ketidakadilan dan diskriminasi perempuan disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor budaya dan hukum. Dalam masyarakat terdapat budaya yang cenderung male chauvinistic, dimana kaum laki-laki menganggap diri dan dianggap sebagai makhluk yang kuat dan superior.Budaya male chauvinistic itu diperkokoh dengan ideologi misoginis (sikap benci kepada perempuan) dan ideologi patriarki. Dalam isi hukum, budaya hukum, serta proses dan pembuatan dan penegakkan hukum yang dibuat negara, seringkali diskriminatif terhadap perempuan, karena pembuat hukum tidak respon terhadap kebutuhan masing-masing jenis kelamin (gender blind) dan tidak memahami kebutuhan spesifik perempuan. [6]
Sementara itu menurut Masdar. F. Mas’udi ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan dalam masyarakat disebabkan oleh banyak faktor. Pada awalnya adalah disebabkan adanya stereotype yang cenderung merendahkan posisi kaum perempuan, seperti bahwa perempuan itu lemah, lebih emosional daripada nalar, cengeng tidak tahan banting, tidak patut hidup selain di dalam rumah, dan sebagainya. [7] Mmenurutnya ada empat persoalan yang menimbulkan stereotype terhadap perempuan;
Pertama, melalui subordinasi, kaum perempuan harus tunduk kepada kaum laki-laki. Pemimpin (imam) hanya pantas dipegang oleh laki-laki, sedangkan perempuan hanya boleh menjadi yang dipimpin (ma’mum). Perempuan boleh menjadi pemimpin hanya terbatas pada kaumnya saja, yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan utama kaum laki-laki, misalnya di Dharma Wanita, Muslimat, Aisyiah, Fatayat dan sebagainya.
Kedua, Perempuan cenderung dimarginalkan, yaitu diposisikan dipinggir. Dalam kegiatan masyarakat, perempuan paling tinggi hanya menjadi seksi konsumsi atau penerima tamu saja. Dalam rumah tangga, perempuan adalah konco wingking di dapur.
Ketiga,Kaum perempuan berada dalam posisi yang lemah, karenanya kaum perempuan sering menjadi sasaran tindak kekerasan (violence) oleh kaum laki-laki. Dalam masyarakat, bentuk kekerasan itu mulai dari digoda, dilecehkan, dipukul, dicerai sampai diperkosa. Keempat,akibat ketidakadilan gender itu, kaum perempuan harus menerima beban pekerjaan yang lebih berat dan lebih lama daripada yang dipikul kaum laki-laki. Dalam bekerja, laki-laki paling aktif maksimal bekerja rata-rata 10 jam/hari, sedangkan perempuan bekerja 18 jam/hari. Pada umumnya beban ini dianggap remeh oleh kaum laki-laki, karena secara ekonomi dinilai kurang berarti.
Interpretrasi Terhadap Buku Ajar Agama Islam
Halaman sebelumnyaJika ditelusuri keberlangsungan keterpurukkan perempuan salah satunya dilatarbelakangi oleh “kekurangarifan” dalam menafsirkan dalil-dalil agama Islam yang kemudian seringkali dijadikan dasar utuk menolak kesetaraan jender. Kitab-kitab tafsir dijadikan referensi untuk melegitimasi paradigma patriarki, yang memberikan hak-hak istimewa kepada laki-laki dan cenderung memojokkan perempuan dengan pendefinisian yang negatif. Pendefinisian sosok perempuan yang negatif ini kemudian diwariskan secara turun temurun yang pada akhirnya mengendap dalam alam bawah sadar perempuan yang menimbulkan ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam hubungannya sebagai hamba tuhan. Dengan kata lain pemahaman akan posisi perempuan yang bias gender sudah dengan sendirinya tertradisikan di masyarakat yang dibakukan oleh konstruksi budaya dan doktrin keagamaan serta ditopang oleh nilai-nilai kultural dan ideologis.
Menurut Mohammad Yasir Alimi, ketidakadilan dan diskriminasi perempuan disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor budaya dan hukum. Dalam masyarakat terdapat budaya yang cenderung male chauvinistic, dimana kaum laki-laki menganggap diri dan dianggap sebagai makhluk yang kuat dan superior.Budaya male chauvinistic itu diperkokoh dengan ideologi misoginis (sikap benci kepada perempuan) dan ideologi patriarki. Dalam isi hukum, budaya hukum, serta proses dan pembuatan dan penegakkan hukum yang dibuat negara, seringkali diskriminatif terhadap perempuan, karena pembuat hukum tidak respon terhadap kebutuhan masing-masing jenis kelamin (gender blind) dan tidak memahami kebutuhan spesifik perempuan. [6]
Sementara itu menurut Masdar. F. Mas’udi ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan dalam masyarakat disebabkan oleh banyak faktor. Pada awalnya adalah disebabkan adanya stereotype yang cenderung merendahkan posisi kaum perempuan, seperti bahwa perempuan itu lemah, lebih emosional daripada nalar, cengeng tidak tahan banting, tidak patut hidup selain di dalam rumah, dan sebagainya. [7] Mmenurutnya ada empat persoalan yang menimbulkan stereotype terhadap perempuan;
Pertama, melalui subordinasi, kaum perempuan harus tunduk kepada kaum laki-laki. Pemimpin (imam) hanya pantas dipegang oleh laki-laki, sedangkan perempuan hanya boleh menjadi yang dipimpin (ma’mum). Perempuan boleh menjadi pemimpin hanya terbatas pada kaumnya saja, yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan utama kaum laki-laki, misalnya di Dharma Wanita, Muslimat, Aisyiah, Fatayat dan sebagainya.
Kedua, Perempuan cenderung dimarginalkan, yaitu diposisikan dipinggir. Dalam kegiatan masyarakat, perempuan paling tinggi hanya menjadi seksi konsumsi atau penerima tamu saja. Dalam rumah tangga, perempuan adalah konco wingking di dapur.
Ketiga,Kaum perempuan berada dalam posisi yang lemah, karenanya kaum perempuan sering menjadi sasaran tindak kekerasan (violence) oleh kaum laki-laki. Dalam masyarakat, bentuk kekerasan itu mulai dari digoda, dilecehkan, dipukul, dicerai sampai diperkosa. Keempat,akibat ketidakadilan gender itu, kaum perempuan harus menerima beban pekerjaan yang lebih berat dan lebih lama daripada yang dipikul kaum laki-laki. Dalam bekerja, laki-laki paling aktif maksimal bekerja rata-rata 10 jam/hari, sedangkan perempuan bekerja 18 jam/hari. Pada umumnya beban ini dianggap remeh oleh kaum laki-laki, karena secara ekonomi dinilai kurang berarti.
Lirik MUSE - Hsyteria
Hysteria
it's bugging me
calling me
and twisting me around
yeah I'm endlessly
caving in
and turning inside out
because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
and I'm breaking out
I'm breaking out
that's when she'll lose control
yeah it's hurting me
morphing me
and forcing me to strive
to be endlessly
caving in
and dreaming of my love
because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
I'm not breaking down
I'm breaking out
that's when she'll lose control
and I want you now
I want you now
I feel my heart implode
and I'm breaking out
escaping now
feeling my faith grow old
it's bugging me
calling me
and twisting me around
yeah I'm endlessly
caving in
and turning inside out
because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
and I'm breaking out
I'm breaking out
that's when she'll lose control
yeah it's hurting me
morphing me
and forcing me to strive
to be endlessly
caving in
and dreaming of my love
because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
I'm not breaking down
I'm breaking out
that's when she'll lose control
and I want you now
I want you now
I feel my heart implode
and I'm breaking out
escaping now
feeling my faith grow old
Langganan:
Komentar (Atom)