
Striker Chelsea itu mengaku tertawa setelah dihukum FFF.
Setelah pada Selasa (17/8) kemarin diganjar larangan membela tim nasional Prancis dalam 18 pertandingan, Nicolas Anelka mengaku hanya tertawa atas hukuman yang dijatuhkan komisi disiplin federasi sepakbola Prancis, FFF, tersebut.
Anelka dihukum setelah beradu mulut dengan mantan pelatih Raymond Domenech saat jeda pertandingan Piala Dunia 2010 melawan Meksiko. Pertengkaran itu diketahui pers, dan hasilnya Anelka langsung dipulangkan dari Afrika Selatan, sementara rekan-rekannya menjalankan aksi mogok latihan sebagai bentuk protes pascainsiden tersebut.
“Bagi saya, semua hal yang berhubungan dengan komisi apa pun itu adalah hal yang aneh, sebuah samaran untuk memastikan mereka tidak kehilangan muka,” ujar pemain Chelsea itu kepada France Soir.
“Mereka memberikan hukuman atas hal yang tidak terjadi, karena Nicolas Anelka tidak pernah ambil bagian dalam skandal memalukan dan penuh warna ini. Saya ulangi: insiden dengan Les Blues terjadi pada 19 Juni ketika saya sudah dipulangkan dari Knysna [markas Prancis selama Piala Dunia 2010],” tambah Anelka.
“Mereka benar-benar badut, orang-orang ini... [Mereka membuat] saya tertawa terpingkal-pingkal.”
Selain Anelka, FFF juga menghukum Patrice Evra sebanyak lima pertandingan, tiga untuk Franck Ribery, dan satu pertandingan untuk Jeremy Toulalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar