
Program insentif itu untuk memacu prestasi klub berlomba menjadi yang terbaik.
Setiap klub peserta Indonesia Superliga (ISL) akan mendapatkan insentif dana dari PSSI mulai musim ini. Perubahan mendasar dilakukan PSSI melalui Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) setelah menggelar pertemuan 18 klub ISL di Jakarta, 24 Oktober lalu.
Ketua BLI, Andi Darussalam Tabusalla (ADS) saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi sepak bola yang digelar di Makassar mengatakan, program insentif dana itu untuk memacu prestasi klub berlomba menjadi yang terbaik. Salah satunya kata dia, diberlakukan sistem indeks prestasi.
Urutan 1-6 di Klasemen Sementara ISL, akan disuntik dana mulai Rp150 juta hingga Rp25 juta. "Sistem ini berlaku surut. Artinya, saat ini Persipura hingga pekan ke empat berada di posisi puncak klasemen akan mendapatkan danaRp 150 juta. Sedangkan urutan 6, bercokol Semen Padang mendapat Rp 25 juta," kata ADS.
Suntikan dana ini diberlakukan setiap empat kali pertandingan. Dua away dan dua home. Selain hitungan indeks prestasi. BLI juga memberlakukan penambahan subsidi dalam beberapa kriteria antara lain insentif prestasi bagi pemain, panitia terbaik, pencetak gol terbanyak, wasit bahkan penonton terbanyak.
Ia menambahkan, untuk subsidi khusus, setiap klub dapat jatah yang sama yakni Rp 750 juta. Sedangkan dana insentif prestasi tergantung dari urutan klasemen klub bersangkutan.
Mulai musim ini BLI juga menambah hadiah bagi peserta BLI yang meraih juara. Posisi pertama mendapat hadiah Rp2,5 miliar bahkan yang terdegradasi pun dapat tunjangan hingga Rp150 juta.
Ditanya terkait dengan munculnya Liga Primer Indonesia (LPI), pria akrab dipanggil ADS ini enggan berkomentar."Saya hanya mau bilang sabarlah. Kalalu mau lawan Nurdin Halid nanti pada tahun 2011. Tak perlu ribut-ribut," tegasnya.
Keputusan penting lainnya, PSSI melalui BLI akan menggaji pemain timnas di semua tingkatan. Klub tak lagi terbebani menggaji mereka dalam masa tertentu.
Menanggapi tambahan subsidi itu, manajemen PSM melalui Media Offcer, Nurmal Idrus menyatakan, sangat mendukung kebijakan baru PSSI dan BLI tersebut. Suntikan dana tersebut sangat membantu keuangan klub terutama menutupi biaya-biaya away.
"Sekali away PSM menghabiskan dana Rp100 juta. Kalau dana BLI itu digulirkan ke klub, tentu saja besar gunanya," kata Nurmal.
Perubahan sikap PSSI memberikan profit shering saham juga disambut positif PSM. Bagi PSM inilah momen terbaik bagi sepak bola Indonesia menuju profesionalisme klub. Dia pun menjamin keikut sertaan PSM beralih ke kompoitisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang digulirkan bos Medco Grup belum tentu terealisasi.
"Jika betul PSSI berkomitmen melakukan semua janji ini maka klub tentu akan tetap setia. Kenapa klub ingin mendua karena mereka merasa LPI menjanjikan," ungkapnya. (gk-27)
Poin Penting Pertemuan BLI:
1. PSSI lewat BLI menjamin subsidi Rp750 juta kepada 18 klub yang akan ditransfer pertengahan November 2010.
2. Klub mendapat insentif prestasi. Sistemnya diberikan berkala setiap empat partai kepada klub urutan 1-6 klasemen sementara ISL. Jumlah insentif prestasi bervariasi mulai Rp150 juta sampai Rp25 juta untuk posisi 6 klasemen ISL.
3. Hadiah dinaikkan. Juara I Rp2,5 miliar, II Rp1,5 miliar, hadiah untuk 18 klub di akhir kompetisi juga masih ada Rp250 juta.
4. Akan ada hadiah untuk pemain, panpel setiap bulan yang masuk dalam kategori penyelenggara terbaik. Pencetak gol terbanyak juga akan diberikan setiap bulan.
5. PSSI akan menggaji pemain timnas di setiap tingkatan. Bukan lagi menjadi tanggungan klub.
6. Terkait dengan pembagian saham atau profit sharing akan dimulai tahun 2011. Pembagian profit sharing itu akan dibicarakan dalam waktu dekat.