SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA SITUS RESMI BERITA BOLA

Rabu, 30 Juni 2010

Fundamentalisme dan Neoliberalisme

Saya tidak tahu kapan mulanya dua istilah itu disandingkan dan didiskusikan secara bersamaan. Tapi, akhir-akhir ini banyak sekali pembicaraan tentang dua konsep itu. Umumnya, pembicaraan mengarah kepada satu penilaian, yakni bahwa fundamentalisme dan neoliberlisme merupakan ancaman bagi kehidupan manusia. Secara simplistik, ancaman itu diteriakkan dengan menciptakan slogan seperti “fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar.” Fundamentalisme dan Neoliberalisme adalah dua kata yang berbeda. Keduanya bisa bertentangan dan bisa saling bertemanan. Secara umum, fundamentalisme berarti gerakan sosial-politik yang ingin mengembalikan suatu kondisi pada nilai-nilai yang asasi, yang fundamental. Kendati istilah ini bisa dikenakan kepada gerakan apa saja, tapi ia lebih sering disematkan kepada gerakan keagamaan. Dari sini kita mengenal istilah “Fundamentalisme Kristen,” “Fundamentalisme Hindu,” dan “Fundamentalisme Islam.”
Sementara itu, neoliberalisme adalah sebuah fenomena sosial-politik yang biasanya dialamatkan kepada sekelompok penguasa dan intelektual di Barat yang mendukung dan ingin menghidupakan kembali gagasan-gagasan liberalisme klasik. Neoliberalisme adalah kata lain dari “liberalisme baru.” Neoliberalisme kerap dianggap sebagai pendukung pasar bebas, ekspansi modal, dan globalisasi. Saya tidak tahu kapan mulanya dua istilah itu disandingkan dan didiskusikan secara bersamaan. Tapi, akhir-akhir ini banyak sekali pembicaraan tentang dua konsep itu. Umumnya, pembicaraan mengarah kepada satu penilaian, yakni bahwa fundamentalisme dan neoliberlisme merupakan ancaman bagi kehidupan manusia. Secara simplistik, ancaman itu diteriakkan dengan menciptakan slogan seperti “fundamentalisme agama dan fundamentalisme pasar.”
Sebenarnya, meletakkan fundamentalisme dan neoliberalisme dalam satu keranjang tidaklah terlalu tepat. Seperti dikatakan di atas, dua istilah ini bisa saling bertentangan dan bisa juga saling bertemanan. Di Amerika, fundamentalisme Kristen dapat berkolaborasi dengan rezim neoliberalisme pimpinan George Walker Bush. Kelompok-kelompok fundamentalis Kristen seperti Moral Majority dan Evangelistic Association merupakan pendukung setia presiden Bush.
Namun di negara-negara berkembang, fundamentalisme (baik Kristen maupun lainnya) cenderung bersikap kritis terhadap neoliberalisme. Gerakan keagamaan di Amerika Latin, yang biasa dikenal dengan sebutan “Teologi Pembebasan” adalah kelompok yang paling rajin mengecam neoliberalisme. Karena itu, orang sering mengatakan bahwa kritik-kritik dan kecaman terhadap liberalisme baru atau neoliberalisme sesungguhnya datang dari sisa-sisa semangat Marxisme, baik yang hidup dalam gerakan-gerakan sosial kiri, maupun gerakan-gerakan keagamaan. Perlu dicatat, ketika Marxisme dan pemikiran sosialis masih berjaya (sekitar tahun 1960-an), kaum agamawan adalah salah satu kelompok yang paling bersemangat mendukung gagasan sosialisme.
Dari sundut pandang ini, pertentangan agama/fundamentalisme dengan neoliberalisme merupakan rejuvenasi dari pertentangan klasik antara Liberalisme dengan Marxisme. Kendati Marxisme semakin tidak populer pasca runtuhnya Uni Soviet, semangatnya masih terus tumbuh dalam kelompok-kelompok keagamaan dan kelompok-kelompok sosial berhaluan “kiri.” Bagi kelompok-kelompok fundamentalisme agama (Islam khususnya), anti-neoliberalisme bisa juga dijadikan argumen dan semangat baru untuk menghidupkan gagasan “ekonomi syari’ah.” Sementara bagi kelompok-kelompok kiri, ini adalah momentum untuk menghidupkan sisa-sisa Marxisme yang semakin dilupakan orang. Karenanya, sungguh tepat apa yang dikatakan David Horowitz, bahwa kaum fundamentalis dan kelompok kiri bisa saja saling bersatu dalam sebuah “persekongkolan yang kotor” (unholy alliance). []

Referensi: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1141
Rabu, 27 Desember 2006

Selasa, 29 Juni 2010

prediksi spanyol - portugal

BeritaSepakBola. Spanyol yang terseok-seok di babak penyisihan, namun masih mampu lolos ke babak 16 besar dengan status juara grup sehingga mereka terhindar dari Brasil di perdelapan final.

Namun, di babak perdelapan final mereka sudah ditunggu oleh lawan yang ketangguhannya hampir sama dengan Brasil, yakni Portugal.

Lihat saja cara Portugal menahan imbang Brasil di laga terakhir fase grup G. Dengan bermain bertahan, pelatih Carlos Queiroz sanggup mengimbangi taktik milik Carlos Dunga. Dan Spanyol pantas khawatir karena Dunga memasang skema 4-2-3-1, serupa dengan milik Vicente del Bosque.

“Portugal jelas mengkhawatirkan, mereka adalah lawan berat. Kita telah melihat bagaimana mereka mengontrol permainan saat menghadapi Brasil dan berbahaya lewat serangan balik,” ujar Del Bosque.

Selain fakta tersebut, tetangga mereka di Semenanjung Iberia ini juga sedang dalam kondisi terbaiknya. Portugal berstatus tak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir. Torehan ini menyamai rekor milik Luiz Felipe Scolari yang membesut tim ini pada 2002-2005.

Portugal jelas bersemangat memecahkan rekor tersebut, selain tentu demi lolos ke perempat final. Namun, Queiroz mencoba meredam euforia itu. “Statistik tidak berarti banyak. Angka itu mungkin membangun kepercayaan diri. Tapi, kami tak bisa hanya dengan modal reputasi. Kami harus tetap rendah hati karena fase knock out telah dimulai. Kesalahan sekecil apapun bisa membuat anda pulang lebih cepat,” ucap mantan pelatih Real madrid itu.

Melihat pemain yang dimiliki kedua tim, Spanyol memiliki peluang lolos yang lebih besar. La Furia Roja punya David Villa yang sedang on fire, dan mendapat dukungan penuh dari Xavi Hernandez dan Andreas Iniesta.

David Villa kini telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2010 dan menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnya. Kejeniusan Villa bisa menjadi pembeda, lihat saja aksi individunya saat melewati tiga pemain belakang Cile sebelum mencetak gol kontra Cile.

Namun kini lawan mereka adalah Portugal yang mempunyai pertahanan yang lebih kokoh dibanding Cile. Portugal belum pernah kebobolan satu gol pun di sepanjang Piala Dunia 2010 ini. Ditambah lagi, mereka mampu bermain imbang 0-0 saat melawan Brasil.

Demi melaju keperempat final, Queiroz tidak akan ragu mengulang taktik serupa saat menghadapi Spanyol. Namun, bekas asisten Sir Alex Ferguson ini harus memikirkan bagaimana cara mencetak gol dengan sistem ini.

Rekor pertemuan mereka lebih didominasi Spanyol, dari 9 laga terakhir Spanyol mampu memetik 3 kali kemenangan dan 5 hasil seri. Berikut hasil pertemuan kedua tim:

* 20 Juni 2004 Spanyol 0-1 Portugal
* 6 September 2003 Portugal 0-3 Spanyol
* 13 Februari 2002 Spanyol 1-1 Portugal
* 19 Januari 1994 Spanyol 2-2 Portugal
* 15 Januari 1994 Portugal 0-0 Spanyol
* 16 Januari 1991 Spanyol 1-1 Portugal
* 17 Juni 1984 Portugal 1-1 Spanyol
* 18 Maret 1934 Portugal 1-2 Spanyol
* 11 Maret 1934 Spanyol 9-0 Portugal

Prediksi bolagoalnet: Spanyol walau dengan susah payah akan mengalahkan Portugal dengan skor 3-2 . Saksikan pertandingan perdelapan final antara Spanyol vs Portugal LIVE di RCTI pada tanggal 30 Juni 2010, pukul 01.30 WIB.

Prediksi Line-up:

Spanyol: 1-Casilas, 11-Capdevila, 5-Puyol, 3-Pique, 15-Ramos, 14-Alonso, 16-Busquets, 7-Villa, 8-Xavi, 16-Iniesta, 9-Torres.

Portugal: 1-Eduardo, 21-Costa, 6-Carvalho, 2-Alves, 5-Duda, 23-Coentrao, 16-Meireles, 15-Pepe, 19-Tiago, 10-Danny, 7-Ronaldo.

Bias Gender dalam Pendidikan Islam

Bias Gender dalam Pendidikan Islam
Interpretrasi Terhadap Buku Ajar Agama Islam
Halaman sebelumnyaJika ditelusuri keberlangsungan keterpurukkan perempuan salah satunya dilatarbelakangi oleh “kekurangarifan” dalam menafsirkan dalil-dalil agama Islam yang kemudian seringkali dijadikan dasar utuk menolak kesetaraan jender. Kitab-kitab tafsir dijadikan referensi untuk melegitimasi paradigma patriarki, yang memberikan hak-hak istimewa kepada laki-laki dan cenderung memojokkan perempuan dengan pendefinisian yang negatif. Pendefinisian sosok perempuan yang negatif ini kemudian diwariskan secara turun temurun yang pada akhirnya mengendap dalam alam bawah sadar perempuan yang menimbulkan ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam hubungannya sebagai hamba tuhan. Dengan kata lain pemahaman akan posisi perempuan yang bias gender sudah dengan sendirinya tertradisikan di masyarakat yang dibakukan oleh konstruksi budaya dan doktrin keagamaan serta ditopang oleh nilai-nilai kultural dan ideologis.
Menurut Mohammad Yasir Alimi, ketidakadilan dan diskriminasi perempuan disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor budaya dan hukum. Dalam masyarakat terdapat budaya yang cenderung male chauvinistic, dimana kaum laki-laki menganggap diri dan dianggap sebagai makhluk yang kuat dan superior.Budaya male chauvinistic itu diperkokoh dengan ideologi misoginis (sikap benci kepada perempuan) dan ideologi patriarki. Dalam isi hukum, budaya hukum, serta proses dan pembuatan dan penegakkan hukum yang dibuat negara, seringkali diskriminatif terhadap perempuan, karena pembuat hukum tidak respon terhadap kebutuhan masing-masing jenis kelamin (gender blind) dan tidak memahami kebutuhan spesifik perempuan. [6]
Sementara itu menurut Masdar. F. Mas’udi ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan dalam masyarakat disebabkan oleh banyak faktor. Pada awalnya adalah disebabkan adanya stereotype yang cenderung merendahkan posisi kaum perempuan, seperti bahwa perempuan itu lemah, lebih emosional daripada nalar, cengeng tidak tahan banting, tidak patut hidup selain di dalam rumah, dan sebagainya. [7] Mmenurutnya ada empat persoalan yang menimbulkan stereotype terhadap perempuan;
Pertama, melalui subordinasi, kaum perempuan harus tunduk kepada kaum laki-laki. Pemimpin (imam) hanya pantas dipegang oleh laki-laki, sedangkan perempuan hanya boleh menjadi yang dipimpin (ma’mum). Perempuan boleh menjadi pemimpin hanya terbatas pada kaumnya saja, yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan utama kaum laki-laki, misalnya di Dharma Wanita, Muslimat, Aisyiah, Fatayat dan sebagainya.
Kedua, Perempuan cenderung dimarginalkan, yaitu diposisikan dipinggir. Dalam kegiatan masyarakat, perempuan paling tinggi hanya menjadi seksi konsumsi atau penerima tamu saja. Dalam rumah tangga, perempuan adalah konco wingking di dapur.
Ketiga,Kaum perempuan berada dalam posisi yang lemah, karenanya kaum perempuan sering menjadi sasaran tindak kekerasan (violence) oleh kaum laki-laki. Dalam masyarakat, bentuk kekerasan itu mulai dari digoda, dilecehkan, dipukul, dicerai sampai diperkosa. Keempat,akibat ketidakadilan gender itu, kaum perempuan harus menerima beban pekerjaan yang lebih berat dan lebih lama daripada yang dipikul kaum laki-laki. Dalam bekerja, laki-laki paling aktif maksimal bekerja rata-rata 10 jam/hari, sedangkan perempuan bekerja 18 jam/hari. Pada umumnya beban ini dianggap remeh oleh kaum laki-laki, karena secara ekonomi dinilai kurang berarti.

Lirik MUSE - Hsyteria

Hysteria

it's bugging me
calling me
and twisting me around

yeah I'm endlessly
caving in
and turning inside out

because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
and I'm breaking out
I'm breaking out
that's when she'll lose control

yeah it's hurting me
morphing me
and forcing me to strive

to be endlessly

caving in
and dreaming of my love

because I want it now
I want it now
give me your heart and your soul
I'm not breaking down
I'm breaking out
that's when she'll lose control

and I want you now
I want you now
I feel my heart implode
and I'm breaking out
escaping now
feeling my faith grow old